0

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata “keluarga”? Mungkin pikiran Anda tak lepas dari orang tua dan anak-anak serta saudara. Keluarga bukan hanya mengenai peran-peran yang tertulis di kartu keluarga. Keluarga merupakan separuh jiwa yang sangat berharga.

Manusia memang sarangnya lupa dan khilaf. Terkadang kita tidak sadar bahwa kita telah disibukkan oleh segala hal sampai membuat kita lupa akan keluarga. Kita tentu perlu sesuatu sebagai pengingat akan hal itu seperti cerita tentang keluarga yang menginspirasi di bawah ini.

  1. Cerita Anak yang Selalu Sibuk

Selain berbakti kepada orang tua, tugas seorang anak adalah membanggakan orang tuanya. Hal serupalah yang dilakukan oleh Adi, pemuda asal Kalimantan Selatan. Sejak kecil ia rajin bersekolah dan dengan perjuangan orang tuanya, Adi bisa berhasil mendapatkan gelar S1-nya dengan hasil pujian. Orang tua Adi bukanlah orang yang berada di kelas atas dalam hal ekonomi. Mereka hidup sederhana dengan memprioritaskan pendidikan anaknya.

Adi kini mendapatkan pekerjaan yang baik dengan gajih besar di luar pulau Kalimantan. Adi mengirimkan uang kepada orang tuanya secara rutin setiap bulan. Orang tuanya sungguh bahagia atas kesuksesan anak tunggal mereka. Namun, mereka kadang bersedih karena Adi sudah sangat jarang pulang ke tanah kelahirannya. Adi bilang bahwa ia tak ada waktu.

Suatu ketika ibunya sedang berbicara dengan Adi melalui telepon. Ada satu kalimat ibu yang membuat Adi tertegun. Ibunya berkata: Ayah dan Ibu berterima kasih banyak atas kiriman uangmu setiap bulannya. Uang itu masih kami simpan dengan baik untuk keperluan mendadakmu kelak. Ibu dan Ayah sudah cukup dengan sedikit uang simpanan. Kami cuma mau kamu pulang. Kami sudah tua, Nak. Kami ingin melihatmu selagi masih ada waktu.

Kebahagiaan Keluarga yang Sesungguhnya

Kalimat itu membuat dada Adi sesak. Ia pun sadar bahwa materi bukan merupakan kunci utama dalam sebuah keluarga.

  1. Cerita Seorang Supir Taksi

Aku Habibi, aku adalah seorang supir taksi. Bisa kubayangkan bahwa harapan orang tuaku tergambar dari nama yang mereka berikan. Tapi sayang, tak bisa aku wujudkan. Aku jelas tak sehebat B.J. Habibie. Hanya lewat taksi inilah aku berusaha mandiri dan tidak bergantung lagi pada orang tua.

Suatu hari aku mengajak ibu, ayah serta saudara-saudaraku untuk jalan-jalan ke ibu kota. Kuajak mereka keliling kota dengan menggunakan taksi yang biasa kugunakan untuk bekerja. Kubawa mereka pergi ke pusat-pusat keramaian kota. Beberapa kali mereka tertegun dan terpana dengan suasana kota yang sangat berbeda dengan kampung.

Aku memang tak bisa memberikan harta melimpah atau kesuksesan besar untuk keluarga. Namun setidaknya aku selalu berusaha untuk mengukir senyuman di wajah mereka.

Cerita tentang keluarga ini dapat Anda jadikan sebagai inspirasi bahwa kebahagiaan keluarga bukanlah selalu terkait dengan materi melainkan dari hal-hal kecil dan kebersamaan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail